Jumat, 11 November 2011

terasa begitu tak berartinya diri ini.. sesaat setelah keberhasilan itu telah diraih yang lain.. aku memang begitu kecewa.. sungguh ingin mencari tahu apa sebenarnya letak kesalahaan daan kekurangan.. egois..ga terima dengan kenyataan..dan hampir mengakhiri semuanya.. itu jalan pintas yang pernah aku alami dan jalani.. Astaghfirulloh.. bodoh sekali diri ini, fikir.ku tak secerdas mereka yang diberi kekurangan.. mereka.. tak sedikit.pun mengeluh apalagi menangisi kekurangannya.. mereka bangkit tanpa memperhatikan beribu hujatan dan kerja keras yang harus dicapai sendiri.. mereka begitu yakin dengan semangat, perjuangan,dan pengorbanannya.. serta dengan kekuasaan.Nya.. mereka pasti bisa..!!! Malu.. begitu malunya diri ini pada mereka.. tapi Alloh begitu sayang padaku.. Ia menunjukkan semua letak kesalahan dan kebodohan yang telah dirasa.. dengan kekuasaan dan kehendak.Nya.. Dia membukakan mata hati kita untuk senantiasa belajar sabar..ikhlas..dan terus ikhtiar.. Semuanya akan indah pada waktunya.. entah esok, lusa, dan kapan.pun itu.. Alloh pasti akan membalas semua yang telah kita lakukan dengan sungguh-sungguh daan selalu mengharap ridho.Nya.. pasti semua akan merasakan indahnya pencapaian yang luar biasa yang akan diberikan.Nya.. entah kapan.pun itu.. ~wAllohu'alam bishowwab..~
enggan rasanya untuk segera pergi... pergi dengan segudang tanya dan rasa penasaran yang mendalam.. entah apa yang terjadi pada diri ini. sungguh sulit..benar-benar sulit rasanya untuk meninggalkan begitu saja.. Andai aku punya mesin waktu yang bisa mengulang dan mengulurkan waktu demi memuaskan jiwa ini.. akan ku tahan selama yang ku inginkan.. Namun sayangnya aku bukan berada di negeri dongeng.. lucu memang jika menilik pribadi ini.. entah..apa sebenarnya yang aku inginkan..?? sesaat sebelum aku meninggalkannya,, kupandangi tiap sudutnya tanpa satupun yang terlewati.. rasanya indah dan menenangkan jiwa.. inilah yang membuatku begitu..dan begitu jatuh hati padanya.. oh..Yogya,, ~SWEET MEMORYAN OF YOGYAKARTA~
"Berbesar hati menerima segala ketentuan dari.Nya, setelah ikhtiar telah dioptimalkan dan do'a telah terpanjatkan, membuat hati semakin lapang dan optimis untuk terus melangkah ke depan... karena sejatinya qt hanyalah manusia yang diberi kewajiban berikhtiar dan mengusahakan kesuksesan, Alloh lah yang punya kuasa atas segala langkah yang telah ditapaki, karena Dia paling tau siapa diri qt, bagaimana qt, dan paling tau apa yang terbaik untuk qt menurut pandangan.Nya..
Mari qt banyak bersyukur atas segala ketentuan yang telah digariskan.NYA..
~SALAM SEMANGAT DAN OPTIMIS SELALU..^^,
HAMASAH...!!!

Kamis, 18 Agustus 2011

"entah apa jadinya perasaan.ku saat ini..
orang - orang bilang galauu..
tp untuk.ku ga, ini hnya masalah hati,
memang tak bisa d bohongi dan d paksakan..

ya Robb..
masih sprti ini,
menahan sesuatu yang sulit tuk terungkap.,
adakalanya aku menangis dalam kesendirian..
andai saja aku tak menjadi seorang perasa..

Tiap kejadian perdetiknya
sama sekali tak luput dari ingatan,,
bayang-bayang kebahagiaan merambah seketika,
terus, dan terus saja menghabntui..:(
Indahnya pacaran setelah menikah



Pacaran..??? siapa takut. euiit, pacaran yang bagaimana dulu dong. islami atau tidak pacarannya? btw, gimana sih pacaran yang islami? semoga tulisan ini akan memberi sedikit informasi bagaimana sih islam dalam mengatur pacaran.

saat ini bisa kita lihat pasangan pasangan muda mudi jalan bersama, makan bersama, nonton film bersama seperti layaknya pasangan yang tak terpisahkan. meraka kadang sampai berikrar kalo akan selalu bersama dunia dan akherat. emang akherat gimana sih….kok beraninya janji kalo akan bersama di akherat.

bagi sebagian mereka pegangan tangan, cium tangan, sampai ke yang lebih dalam lagi dilakukan. banyak dari mereka sampai melakukan hal hal yang hanya diperbolehkan bagi sepasang suami istri. hari hari mereka terasa indah katanya.

ada yang melalukan itu dalam hitungan hari, bulan atau bahkan tahun. ada yang berlanjut sampai nikah dan ada pula yang akhirnya putus di tengah jalan tanpa tahu sebab pastinya. kalo dah gini siapa yang rugi???

bagi yang sampai menikah pun biasanya masalah mulai akan nampak ketika mereka sudah resmi jadi suami istri. semua sifat dan kelakuan asli muncul yang selama pacaran selalu ditutup tutupi demi sang kekasih. pertengkaran demi pertengkaranpun datang silih berganti. maka tak heran jika kita sering melihat rumah tangga yang berujung pada perceraian. biasanya alasan sepele saja, “sudah tidak cocok lagi”.

so mana manfaat pacaran??? bagaimana janji janji yang akan sehidup semati?. ini semua disebabkan karena kita tidak menjadikan islam sebagai guide dalam kehidupan. kalo kita bisa merubah atau menjalankan pacaran secara islami, insya Allah semua akan selalu dalam karunia Allah.

emang pacaran islami gimana? dalam islam jelas dilarang berduaan dua orang yang bukan mukhrim karena yang ketiga adalah syetan. so biar aman ya kita harus jadi mukhrim dulu dangan orang yang kita cintai. so menikah gitu?? yup menikah.

menikah adalah cara yang diajarkan islam dalam rangka memenuhi kebutuhan manusia akan pasangannya. setelah menikah kita bisa melakukan apa saja dengan pasangan kita. dan isnya Allah bernilai pahala.

alhamdulillah sudah mulai banyak saudara saudara kita yang tahu akan pentinya hal ini. sudah banyak temen temen atau adik adik kita yang sudah menikah ketika masih kulian. semoha Allah memudahkan semua urusannya.

nah disinikan indahnya pacaran setelah menikah. kita ga takut atau ngumpet ngumpet. kita ga takut diketahui oarang lain. kita bisa melakukan apa aja. kan sudah halal hehheheh. beda sekali sama yang pacaran sebelum nikah kan.

kita akan selalu saling mengingatkan atau memeberi semangat. karena dasar dari cinta ini adalah Allah, so semua mencari ridho Allah. setelah nikah bukan pertengkaran yang didapat tapi kedekatan yang muncul. dengan berjalannya waktu cinta dan sayang akan semakin kuat karena bukan didasari dengan kebohongan dan pura pura.

semoga temen temen yang baca tulisan ini segera bisa memulai pacaran yang islami. sehingga bisa segera merasakan indahnya pacaran setelah menikah.

mohon maaf kalo ada salah dikata. kalo ada kebaikan itu dari Allah semata.
Like this:
Like
Lemah lembutlah kepadanya..
namun jangan terlalu memanjakannya..
tegurlah bila ia bersalah..
namun janganlah lukai hatinya..

Rabu, 20 April 2011

Wanita,Pembentuk Pondasi Bangsa

Setuju tidak setuju, terima tidak terima, bagaimana pun wanita memang memikul peran yang sangat berat, baik sebagai seorang ibu, sebagai istri maupun wanita sebagai makhluk sosial yang juga ingin berinteraksi dalam kehidupan sosial seperti halnya pria, namun mau tidak mau peran tersebut seharusnya memang harus dijalani secara selaras, serasi dan seimbang. Siapa pun dan di mana pun wanita (terutama wanita sebagai seorang ibu) berada, kalian adalah pembentuk pondasi dari bangsa dan negara ini, sedangkan anak -anak kalian adalah pondasi dari bangsa dan negara ini. Jika pembentuk pondasi tidak sempat lagi membuat dan membentuk pondasi, maka jangan heran dan menyesal jika pondasi mudah rapuh dan hancur..
WANITA memiliki banyak peran penting dalam kehidupan. Kelalaian seorang wanita dalam menjalani perannya akan menyebabkan ketidakseimbangan dalam kehidupan berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa dan bemegara.

Maju atau mundumya bangsa dan negara ini sangat tergantung dari peran wanita (sebagai seorang ibu) dalam mengasuh dan mendidik anak-anaknya. Runtuhnya moral bangsa ini juga ditentukan oleh perannya tersebut.

Kelalaian wanita sebagai seorang ibu dalam membentuk dan menjaga moral anak-anaknya akan berimbas pada kehidupan bermasyarakat,
berbangsa dan bernegara.

Degradasi moral yang dialami bangsa kita saat ini adalah berawal dari kelalaian dan kegagalan orang tua mengasuh dan mendidik anak-anaknya, dimana peran wanita sebagai seorang ibu sangat diperlukan dalam hal ini.

Memang tidak adil jika kita lebih melimpahkan kesalahan ini kepada wanita, namun harus diakui bahwa naluri wanita sebagai seorang ibu lebih dalam terhadap anak-anaknya daripada naluri sang ayah. Kebanyakan anak-anak lebih mudah dekat dengan sang ibu daripada dengan sang ayah.

Karena kebanyakan sang ibu lebih terbuka terhadap anak-anaknya dengan lebih menunjukkan kasih sayangnya sehingga tidak heran jika anak-anak cenderung lebih merasa bahwa sang ibu lebih sayang kepada mereka, sedangkan sang ayah kebanyakan lebih cool dalam mengasuh dan mendidik anak-anaknya, walaupun sebenarnya kasih sayang sang ayah sama besarnya dengan sang ibu.

Besarnya peran wanita dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara telah menyebabkan posisi wanita berada dalam sebuah dilema dalam perkembangan zaman saat ini, dimana wanita juga merasa punya hak yang sama seperti pria dalam berkiprah di berbagai bidang.

Dalam menjalani perannya, baik sebagai ibu, istri, maupun sebagai wanita yang juga bagian dari kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara telah menyebabkan tarik-menarik prioritas dalam diri wanita. Inilah awal terjadinya ketidakteraturan dan ketidakseimbangan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Jika sang ayah sibuk bekerja, lalu wanita sebagai seorang ibu juga melakukan hal yang sama, lalu siapa yang mengurus anak-anaknya? Lalu siapa yang membentuk dan menjaga moral anak-anaknya? Padahal sebenarnya tidak ada yang lebih peduli dari perkembangan sang anak, melainkan ibu dan ayahnya sendiri.

Tidak heran jika kadang sang nenek akhirnya dipanggil ibu oleh sang anak karena yang malah mengasuh anak-anak mereka adalah sang nenek. Kasian sang nenek karena ternyata belum habis tugas mengurus anak-anaknya, lalu disibukkan denganmengurus cucu-cucunya lagi.

Tidak heran jika sang pembantu atau babysitter dipanggil ibu oleh sang anak, karena dalam kehidupan sehari-hari waktu sang anak lebih banyak dihabiskan bersama sang babysitter daripada bersama ibu dan ayahnya.

Setuju tidak setuju, terima tidak terima, bagaimana pun wanita memang memikul peran yang sangat berat, baik sebagai seorang ibu, sebagai istri maupun wanita sebagai makhluk sosial yang juga ingin berinteraksi dalam kehidupan sosial seperti halnya pria, namun mau tidak mau peran tersebut seharusnya memang harus dijalani secara selaras, serasi dan seimbang.

Siapa pun dan di mana pun wanita (terutama wanita sebagai seorang ibu) berada, kalian adalah pembentuk pondasi dari bangsa dan negara ini, sedangkan anak -anak kalian adalah pondasi dari bangsa dan negara ini. Jika pembentuk pondasi tidak sempat lagi membuat dan membentuk pondasi, maka jangan heran dan menyesal jika pondasi mudah rapuh dan hancur.

Sesungguhnya peran wanita sangat penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, apalagi peran wanita sebagai seorang ibu lebih dari pahlawan bagi anak-anaknya. Apapun yang anaknya lakukan untuk membalas jasa-jasa wanita sebagai seorang ibu, takkan pernah terbayar hingga hari akhir nanti.

Semoga habis gelap terbitlah terang yang diimpikan oleh Raden Ajeng Kartini untuk bangsa dan negara ini, benar-benar diwujudkan oleh wanita-wanita masa kini.***
http://cetak.bangkapos.com/opini/read/417.html 2010-04-16

Minggu, 20 Februari 2011

Embun..
kita pernah bersimpuh dihadapan-Nya,..
menyusun sujud pada debu-Nya yang gelap,.
kita sulam kata pinta,..
kita rangkai kalimat do'a,..
memohon agar dalam hidup ini kita diberikan yang terbaik,..
agar Ia tunjukkan kita jalan yang lurus,..
istiqomah di tengah fitnah,..
sabar ditengah makar,.
ikhlas menghadapi hidup yang keras,..
kemudian airmata pun mengalir membasahi malam, sunyi, sepi,..