Rabu, 21 Maret 2012


                        Serang, 14 November 2011
Dimana ada Romeo..pasti ada Juliet..
Tapi kalau untuk kita..dimana ada “BARJA” (Barudak Maja)..pasti ada Mang Hasan..^^,
            Yaa..begitulah wujud kesetiaan Mang Hasan kepada kami..
Beliaupun rela menghabiskan waktunya untuk mengantar jemput kami ke sekolah. Maklum..kendaraan umum (angkot) di daerah kami terbatas jumlahnya, yang hanya dapat di hitung dengan jari dan memang jarak tempuhnya cukup jauh, membutuhkan waktu sejam lebih untuk sampai ke sekolah, belum lagi kondisi fisik jalan yang hancur total, tanpa sedikitpun perhatian dari pemerintah. Yaps..Mang Hasan adalah bapak supir angkot special buat kita. Bagaimana tidak..?? Banyaknya ibu-ibu yang hendak berbelanja ke pasar, dan belum lagi penumpang lainnya yang mampu membayar dengan ongkos yang lebih besar pasti sudah menjadi incaran babang-babang angkot di daerah kami, tapi tidak dengan mang Hasan. Setelah orangtua kami member kepercayaan penuh untuk mengantar jemput kami ke sekolah, beliau begitu antusias dan bertanggungjawab terhadap amanahnya. Beliau tidak meminta patokan ongkos harga pulang-pergi (pp) perbulannya,tapi hanya dengan 8 ribu perhari kami bisa dengan nyaman dan tenang pergi-pulang ke sekolah, sedangkan angkot lain telah menentukan sendiri ongkos yang harus dibayar. Hanya sekali berangkat saja hamper rata-rata dari babang angkot meminta 6 sampai 8 ribu, dua kali lipatnya harga yang mang Hasan berikan, bahkan itu hanya untuk satu kali berangkat. Mahalnya ongkos yang harus di keluarkan, itu karena memang jarak tempuh yang harus dilalui benar-benar sangat jauh, belum lagi sepanjang perjalanan yang lengkap dengan batu-batuan besar dan tajam serta tanah lumpur tebal apabila turun hujan besar, juga butuh waktu berjam jam untuk dapat dilalui kendaraan.
            Ibarat kata rumah, maka mobil angkot Mang Hasan lah rumah kedua bagi kami, dimana kami dapat beristirahat disaat lelah sepulang sekolah, tempat belajar disaat ada ulangan sekolah, sampai menjadi basecamp kami untuk bercerita, sharring, dan belajar kelompok. Karena pada saat di rumah tak ada waktu luang untuk melakukan semuanya bersama teman-teman. Dan Mang Hasan pun telah menjadi orangtua ketiga, setelah ayah ibu dirumah, guru disekolah, dan beliau selama diperjalanan. Ahh..pokoknya mah sudah benar-benar berasa dirumah sendiri, walaupun berjubel tapi tetap nyaman..
            Mang Hasan juga sudah menyiapkan karpet dan tikar untuk kita duduk-duduk bahkan tidur, maka dari itu, kami pun tak mau ketinggalan untuk membawa bantal-bantal kecil serta sarung kesayangan untuk disimpan di angkot tercinta..
Dan yang tak kalah ketinggalan, kita juga selalu tau berita terupdate serta mendengar indahnya lagu-lagu campuran, entah itu dangdut, pop, jazz ataupun rock, lewat radiotape yang sengaja Mang Hasan simpan di mobil angkot juga. Pokoknya mah Mang Hasan T.O.P.B.G.T lah..
            Syukur Alhamdulillah, “si geulis”, sapaan kami untuk mobil angkot tercinta. Tidak pernah sekalipun ngadat ataupun mogok dijalan. Mungkin karena berkah atas kebaikan dan keikhlasan mang Hasan yang membuat hari-hari  “si geulis”  menjadi  bermakna. Sampai-sampai kami mempunyai komunitas tersendiri tuk para alumni dan generasi baru penghuni ”si geulis”.
“Si Geulis Community” atau SGC yang telah diresmikan dari angkatan kami ’10. Ini bukan komunitas atau geng-geng yang seperti sekarang – sekarang ini, melakukan keonaran, kisruh, bentrok,ataupun lainnya. Tapi ini adalah tempat silaturrahminya anak-anakb Maja yang sama-sama merasakan susah senang bersama selama bersekolah. Dan Mang Hasan..You’re my Hero for Us..^_^
            Hikmahnya adalah pada saat kita bekerja, hendaknya harus amanah , tanggungjawab, sabar, tanpa ada keluh kesah atau mementingkan keuntungan pribadi tanpa adanya segi kebermanfaatan bagi yang lain, dan dalam Al-Qur’an pun telah jelas disebutkan bahwa :
            “ Sebaik-baiknya manusia  adalah yang dapat memberikan manfaat bagi sesama..”
Itulah prinsip dan kunci keberkahan serta kesuksesan seseorang. Selain itu pula, jangan pernah mengeluh dengan seberapa jauhnya tempat tinggal kita dengan tempat mengemban pendidikan, sebagai fasilitas kita untuk menggapai prestasi, karena Allah SWT telah memudahkannya walaupun hanya dengan mobil angkot tapi chemistry serta kenangan terindah yang nantinya bisa kita ceritakan kepada anak cucu kita kelak..
Serta akan menjadi Special Memoriam yang tidak bisa semua orang rasakan dan dapatkan..^^,
Wassalam..
Semoga bisa bermanfaat dan diambil hikmah kecilnya ..^_^
~arashynick@yahoo.com~