Serang, 14 November 2011
Dimana ada Romeo..pasti ada
Juliet..
Tapi kalau untuk kita..dimana
ada “BARJA” (Barudak Maja)..pasti ada Mang Hasan..^^,
Yaa..begitulah wujud kesetiaan Mang Hasan kepada kami..
Beliaupun rela menghabiskan
waktunya untuk mengantar jemput kami ke sekolah. Maklum..kendaraan umum
(angkot) di daerah kami terbatas jumlahnya, yang hanya dapat di hitung dengan
jari dan memang jarak tempuhnya cukup jauh, membutuhkan waktu sejam lebih untuk
sampai ke sekolah, belum lagi kondisi fisik jalan yang hancur total, tanpa
sedikitpun perhatian dari pemerintah. Yaps..Mang Hasan adalah bapak supir
angkot special buat kita. Bagaimana tidak..?? Banyaknya ibu-ibu yang hendak
berbelanja ke pasar, dan belum lagi penumpang lainnya yang mampu membayar
dengan ongkos yang lebih besar pasti sudah menjadi incaran babang-babang angkot
di daerah kami, tapi tidak dengan mang Hasan. Setelah orangtua kami member
kepercayaan penuh untuk mengantar jemput kami ke sekolah, beliau begitu
antusias dan bertanggungjawab terhadap amanahnya. Beliau tidak meminta patokan
ongkos harga pulang-pergi (pp) perbulannya,tapi hanya dengan 8 ribu perhari
kami bisa dengan nyaman dan tenang pergi-pulang ke sekolah, sedangkan angkot
lain telah menentukan sendiri ongkos yang harus dibayar. Hanya sekali berangkat
saja hamper rata-rata dari babang angkot meminta 6 sampai 8 ribu, dua kali
lipatnya harga yang mang Hasan berikan, bahkan itu hanya untuk satu kali
berangkat. Mahalnya ongkos yang harus di keluarkan, itu karena memang jarak tempuh
yang harus dilalui benar-benar sangat jauh, belum lagi sepanjang perjalanan
yang lengkap dengan batu-batuan besar dan tajam serta tanah lumpur tebal
apabila turun hujan besar, juga butuh waktu berjam jam untuk dapat dilalui
kendaraan.
Ibarat kata rumah, maka mobil angkot Mang Hasan lah rumah
kedua bagi kami, dimana kami dapat beristirahat disaat lelah sepulang sekolah,
tempat belajar disaat ada ulangan sekolah, sampai menjadi basecamp kami untuk
bercerita, sharring, dan belajar kelompok. Karena pada saat di rumah tak ada
waktu luang untuk melakukan semuanya bersama teman-teman. Dan Mang Hasan pun
telah menjadi orangtua ketiga, setelah ayah ibu dirumah, guru disekolah, dan
beliau selama diperjalanan. Ahh..pokoknya mah sudah benar-benar berasa dirumah
sendiri, walaupun berjubel tapi tetap nyaman..
Mang Hasan juga sudah menyiapkan karpet dan tikar untuk
kita duduk-duduk bahkan tidur, maka dari itu, kami pun tak mau ketinggalan
untuk membawa bantal-bantal kecil serta sarung kesayangan untuk disimpan di
angkot tercinta..
Dan yang tak kalah
ketinggalan, kita juga selalu tau berita terupdate serta mendengar indahnya
lagu-lagu campuran, entah itu dangdut, pop, jazz ataupun rock, lewat radiotape
yang sengaja Mang Hasan simpan di mobil angkot juga. Pokoknya mah Mang Hasan
T.O.P.B.G.T lah..
Syukur Alhamdulillah, “si geulis”, sapaan kami untuk
mobil angkot tercinta. Tidak pernah sekalipun ngadat ataupun mogok dijalan.
Mungkin karena berkah atas kebaikan dan keikhlasan mang Hasan yang membuat
hari-hari “si geulis” menjadi
bermakna. Sampai-sampai kami mempunyai komunitas tersendiri tuk para
alumni dan generasi baru penghuni ”si geulis”.
“Si Geulis Community” atau
SGC yang telah diresmikan dari angkatan kami ’10. Ini bukan komunitas atau
geng-geng yang seperti sekarang – sekarang ini, melakukan keonaran, kisruh,
bentrok,ataupun lainnya. Tapi ini adalah tempat silaturrahminya anak-anakb Maja
yang sama-sama merasakan susah senang bersama selama bersekolah. Dan Mang
Hasan..You’re my Hero for Us..^_^
Hikmahnya adalah pada saat kita bekerja, hendaknya harus
amanah , tanggungjawab, sabar, tanpa ada keluh kesah atau mementingkan
keuntungan pribadi tanpa adanya segi kebermanfaatan bagi yang lain, dan dalam
Al-Qur’an pun telah jelas disebutkan bahwa :
“ Sebaik-baiknya manusia adalah yang dapat memberikan manfaat bagi
sesama..”
Itulah prinsip dan kunci
keberkahan serta kesuksesan seseorang. Selain itu pula, jangan pernah mengeluh
dengan seberapa jauhnya tempat tinggal kita dengan tempat mengemban pendidikan,
sebagai fasilitas kita untuk menggapai prestasi, karena Allah SWT telah
memudahkannya walaupun hanya dengan mobil angkot tapi chemistry serta kenangan
terindah yang nantinya bisa kita ceritakan kepada anak cucu kita kelak..
Serta akan menjadi Special
Memoriam yang tidak bisa semua orang rasakan dan dapatkan..^^,
Wassalam..
Semoga bisa bermanfaat dan
diambil hikmah kecilnya ..^_^
~arashynick@yahoo.com~