Jumat, 13 Juli 2012

Menabur Benih, Untuk Menuai Hasil..

Tak ada lagi harapan, semua sudah terlanjur.. mau dimulai dari mana lagi?? apakah masih bisa??"
ya..bergumam saja seperti itu, tanpa adanya sedikitpun action untuk membuat suatu perubahan, hanya akan membuatmu menjadi seorang yang pragmatis, yang sama sekali tak pernah peka dengan trouble yang sedang menyudutkanmu. Apa jadinya bangsa ini jika tidak pernah sedikitpun dijamah dengan yang namanya pendidikan, tak punya ilmu, dan tak tau apa yang seharusnya dilakukan, entah itu baik ataupun buruk bagimu. Apakah cukup hanya beberapa orang saja yang telah menerima ataupun mendapatkan pendidikan? Dan jawabannya adalah bisa ya ataupun tidak,..
Jika terlontar suatu ucapan tidak, itu karena kamu berfikiran bahwa pendidikan itu bisa dan harus diperoleh siapapun, tanpa memandang ras, suku, budaya, agama, materi, dan lain sebagainya.. pendidikan itu tak mengenal usia, dan tak pernah ada kata terlambat.. semua orang berhak untuk mendapatkannya.. ya.. thats right, itu adalah pemikiran yang hebat..
Tetapi apabila jawaban itu terlontarkan kata "ya".. hayooo.. salah ngga sih??
yuk kita pikir ulang kembali.. jika memang ya.. pendidikan itu cukup untuk beberapa orang saja, tapi dengan tujuan dari beberapa orang itu terlahir jiwa-jiwa yang peduli dan sangat antusias untuk menularkan ilmu-ilmu luar biasa yang telah mereka peroleh itu sungguh luar biasa.. karena dari sedikitnya jumlah orang yang mengenyam suatu pendidikan tapi dengan kesungguhan mengajak dan mengajarkan sebisa dan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki oleh beberapa orang yang berpendidikan itu, secara perlahan, sedikit demi sedikit, generasi pemikir, generasi emas, dan generasi kreatif itu akan bermetamorfosa menjadi kupu-kupu yang indah, dan begitupun dengan telur-telur lainnya yang tak kalah semangatnya.. ketimbang dengan banyaknya orang-orang yang berpendidikan namun, tak ada satupun yang peduli dan sadar akan pendidikan yang telah didapatkannya, ya.. karena menganggap pendidikan itu bukanlah kebutuhan utama, dan dengan munculnya berbagai bantuan sekolah, pendirian bangunan sekolah, dari daerah terpencil sampai metropolitan sekalipun, tapi hanya sedikit sekali yang mau memikirkan nasib kedepan, harapan dan impian indah dengan pendidikan yang telah dimilikinya itu, karena mereka tidak tahu atau tak mau tahu tentang urgensi pendidikan itu sendiri.
Yuk, kita tengok kembali kondisi saat ini yang sekiranya dapat mengetuk hati yang sudah lama tertutup rapat, dan membuka cakrawala menuju perubahan nyata..
- slogan, " jika tidak ingin disebut sebagai orang sembarangan, maka jangan pernah membuang sampah secara sembarangan".. singkat dan sederhana memang, tapi dari kata-kata itulah tiga orang anak sekolah menengah atas itu mampu mewujudkan satu desa mandiri yang kreatif, inovatif, dan sadar akan lingkungan. Pendidikan tak selamanya harus mempunyai tempat dengan surat perizinan dari pemerintah, harus ada tenaga pengajar ahli dan baju seragam serta atribut pendidikan lainnya, tapi pendidikan juga bisa kita munculkan dengan adanya penyuluhan atau sosialisasi kepada masyarakat sekitar tentang pentingnya rasa peduli dan jiwa mandiri dalam pengerjaan sesuatu yang dapat menghasilkan, baik itu materil maupun non materil. Pemanfaatan sampah dan mulai membiasakan hidup sehat dan kreatif itu diwujudkan dengan bentuk pelatihan serta penyuluhan yang dilakukan secara kontinyu oleh tiga orang siswi SMA kepada warga masyarakat yang ada di sebuah desa di kota Bekasi. Peringatan dari tiap-tiap warga masyarakat senantiasa berlangsung secara sempurna dengan sistem tegur sapa yang mendidik. Kegiatan produktif yang juga ditularkan oleh siswi kreatif ini dimulai dengan pemilahan sampah organik dan organik, dan pastinya telah menempatkan tempat sampah yang bercirikan organik dan anorganik diberbagai sudut desa, serta langsung pada kegistsn recycle barang-barang bekas menjadi barang yang bernilai artistik dan materil, tentunya dapat dijadiakan usaha kreatif dan mandiri bagi para ibu ataupun pemuda-pemudi yang putus sekolah. mulai dari hal terkecil akan membuahkan hasil yang indah.
- modal nekat dan semangat nyatanya membuat seorang sarjana pertanian di yang baru saja lulus S1 di sebuah Universitas Negeri di Indonesia, bertahan untuk merintis dan mengembangkan sekolah alam yang didirikannya di daerah jember, jawa Timur. Dengan modal lahan kecil lengkap dengan persawahan dan perkebunan, mahasiswa ini mampu menyulap lahan kecil itu menjadi sekolah alam berbasis Islamic Boarding School, dengan proses yang begitu lama dan sulit, jumlah murid yang begitu minim karena kurangnya minat dari warga sekitar untuk menyekolahkan anak-anaknya ke sekolah alam yang dibangunnya, serta sulitnya sistem legalisasi dan pengakuan oleh Dinas Pendidikan. Namun dengan kegigihan, keuletan dan kenekatannya kini ia mampu merekrut banyak murid untuk bergabung dalam sekolah alamnya, yakni dengan sistem promosi yang menarik dan kreatif, yaitu tiap perserta didik yang akan masuk ke sekolah alam miliknya wajib registrasi ulang dengan sistem penitipan atau pembayaran yang tidak mematok harga, yang penting ada jaminan dan alasan kuat dari orang tua serta murid saat ingin masuk ke sekolah alamnya serta komitmen  kuat dari calon muridnya, dan sekolah itu hanya dikhususkan bagi mereka yang berasal dari golongan menengah kebawah. Sungguh sangat mulia.. Belum lagi sistem pembelajaran yang langsung terjun kelapangan, dan dengan mengutamakan praktikum pembelajaran dengan berbagai metode dan trik yang telah disusun sedemikian rupa agar anak muridnya dapat merasakan kenyamanan dan mudah memahami terhadap segala aspek pembelajaran yang diajarkan.
Yaaa.. itulah sedikit contoh konkrit kepedulian anak bangsa yang mengartikan pendidikan itu dengan cara yang indah dan berbeda, tapi tepat pada sasaran, situasi, dan kondisi yang bisa mendoktrin pikiran-pikiran positif kepada seluruh lapisan masyarakat, dan pasti visi dari mereka sama, yakni ingin memberikan yang terbaik bagi negeri tercintanya..
satu yang perlu kita camkan dalam pibadi masing-masing, bahwasanya siapa yang  menaburkan benih, ia akan menuai suatu hasil.. (think and action..!!) Ganbatte kudasai...:)

by.Niken Dwi Nurlita
Mahasiswi UNTIRTA
  1. Banner size: 200x200
    <a target="_blank" href="http://202.43.169.236/page/lomba-blog-sampoerna-school-education-“menjadi-pendidik”"><img border="0" src="http://202.43.169.236/sites/default/files/images/webbanner_blogcomp_openhouse2.jpg"></a>
     
  2. Banner Size: 336x280
    <a target="_blank" href="http://202.43.169.236/page/lomba-blog-sampoerna-school-education-“menjadi-pendidik”"> <img border="0" src="http://202.43.169.236/sites/default/files/images/small-web-banner-openhouse.jpg"></a>
     
  3. Banner Size: 300x250
    <a target="_blank" href="http://202.43.169.236/page/lomba-blog-sampoerna-school-education-“menjadi-pendidik”"><img border="0" src="http://202.43.169.236/sites/default/files/images/small-web-banner-openhouse.jpg"></a>
  1. Banner size: 200x200
    <a target="_blank" href="http://202.43.169.236/page/lomba-blog-sampoerna-school-education-“menjadi-pendidik”"><img border="0" src="http://202.43.169.236/sites/default/files/images/webbanner_blogcomp_openhouse2.jpg"></a>
     
  2. Banner Size: 336x280
    <a target="_blank" href="http://202.43.169.236/page/lomba-blog-sampoerna-school-education-“menjadi-pendidik”"> <img border="0" src="http://202.43.169.236/sites/default/files/images/small-web-banner-openhouse.jpg"></a>
     
  3. Banner Size: 300x250
    <a target="_blank" href="http://202.43.169.236/page/lomba-blog-sampoerna-school-education-“menjadi-pendidik”"><img border="0" src="http://202.43.169.236/sites/default/files/images/small-web-banner-openhouse.jpg"></a>

Rabu, 21 Maret 2012


                        Serang, 14 November 2011
Dimana ada Romeo..pasti ada Juliet..
Tapi kalau untuk kita..dimana ada “BARJA” (Barudak Maja)..pasti ada Mang Hasan..^^,
            Yaa..begitulah wujud kesetiaan Mang Hasan kepada kami..
Beliaupun rela menghabiskan waktunya untuk mengantar jemput kami ke sekolah. Maklum..kendaraan umum (angkot) di daerah kami terbatas jumlahnya, yang hanya dapat di hitung dengan jari dan memang jarak tempuhnya cukup jauh, membutuhkan waktu sejam lebih untuk sampai ke sekolah, belum lagi kondisi fisik jalan yang hancur total, tanpa sedikitpun perhatian dari pemerintah. Yaps..Mang Hasan adalah bapak supir angkot special buat kita. Bagaimana tidak..?? Banyaknya ibu-ibu yang hendak berbelanja ke pasar, dan belum lagi penumpang lainnya yang mampu membayar dengan ongkos yang lebih besar pasti sudah menjadi incaran babang-babang angkot di daerah kami, tapi tidak dengan mang Hasan. Setelah orangtua kami member kepercayaan penuh untuk mengantar jemput kami ke sekolah, beliau begitu antusias dan bertanggungjawab terhadap amanahnya. Beliau tidak meminta patokan ongkos harga pulang-pergi (pp) perbulannya,tapi hanya dengan 8 ribu perhari kami bisa dengan nyaman dan tenang pergi-pulang ke sekolah, sedangkan angkot lain telah menentukan sendiri ongkos yang harus dibayar. Hanya sekali berangkat saja hamper rata-rata dari babang angkot meminta 6 sampai 8 ribu, dua kali lipatnya harga yang mang Hasan berikan, bahkan itu hanya untuk satu kali berangkat. Mahalnya ongkos yang harus di keluarkan, itu karena memang jarak tempuh yang harus dilalui benar-benar sangat jauh, belum lagi sepanjang perjalanan yang lengkap dengan batu-batuan besar dan tajam serta tanah lumpur tebal apabila turun hujan besar, juga butuh waktu berjam jam untuk dapat dilalui kendaraan.
            Ibarat kata rumah, maka mobil angkot Mang Hasan lah rumah kedua bagi kami, dimana kami dapat beristirahat disaat lelah sepulang sekolah, tempat belajar disaat ada ulangan sekolah, sampai menjadi basecamp kami untuk bercerita, sharring, dan belajar kelompok. Karena pada saat di rumah tak ada waktu luang untuk melakukan semuanya bersama teman-teman. Dan Mang Hasan pun telah menjadi orangtua ketiga, setelah ayah ibu dirumah, guru disekolah, dan beliau selama diperjalanan. Ahh..pokoknya mah sudah benar-benar berasa dirumah sendiri, walaupun berjubel tapi tetap nyaman..
            Mang Hasan juga sudah menyiapkan karpet dan tikar untuk kita duduk-duduk bahkan tidur, maka dari itu, kami pun tak mau ketinggalan untuk membawa bantal-bantal kecil serta sarung kesayangan untuk disimpan di angkot tercinta..
Dan yang tak kalah ketinggalan, kita juga selalu tau berita terupdate serta mendengar indahnya lagu-lagu campuran, entah itu dangdut, pop, jazz ataupun rock, lewat radiotape yang sengaja Mang Hasan simpan di mobil angkot juga. Pokoknya mah Mang Hasan T.O.P.B.G.T lah..
            Syukur Alhamdulillah, “si geulis”, sapaan kami untuk mobil angkot tercinta. Tidak pernah sekalipun ngadat ataupun mogok dijalan. Mungkin karena berkah atas kebaikan dan keikhlasan mang Hasan yang membuat hari-hari  “si geulis”  menjadi  bermakna. Sampai-sampai kami mempunyai komunitas tersendiri tuk para alumni dan generasi baru penghuni ”si geulis”.
“Si Geulis Community” atau SGC yang telah diresmikan dari angkatan kami ’10. Ini bukan komunitas atau geng-geng yang seperti sekarang – sekarang ini, melakukan keonaran, kisruh, bentrok,ataupun lainnya. Tapi ini adalah tempat silaturrahminya anak-anakb Maja yang sama-sama merasakan susah senang bersama selama bersekolah. Dan Mang Hasan..You’re my Hero for Us..^_^
            Hikmahnya adalah pada saat kita bekerja, hendaknya harus amanah , tanggungjawab, sabar, tanpa ada keluh kesah atau mementingkan keuntungan pribadi tanpa adanya segi kebermanfaatan bagi yang lain, dan dalam Al-Qur’an pun telah jelas disebutkan bahwa :
            “ Sebaik-baiknya manusia  adalah yang dapat memberikan manfaat bagi sesama..”
Itulah prinsip dan kunci keberkahan serta kesuksesan seseorang. Selain itu pula, jangan pernah mengeluh dengan seberapa jauhnya tempat tinggal kita dengan tempat mengemban pendidikan, sebagai fasilitas kita untuk menggapai prestasi, karena Allah SWT telah memudahkannya walaupun hanya dengan mobil angkot tapi chemistry serta kenangan terindah yang nantinya bisa kita ceritakan kepada anak cucu kita kelak..
Serta akan menjadi Special Memoriam yang tidak bisa semua orang rasakan dan dapatkan..^^,
Wassalam..
Semoga bisa bermanfaat dan diambil hikmah kecilnya ..^_^
~arashynick@yahoo.com~

Jumat, 17 Februari 2012

Mengapa anak muda sekarang mudah sekali untuk merasakan galau???
apa kamu pun satu diantaranya??
kenapa hal itu tiba" terbesit dalam benakmu??
apa semua hal yang kamu rasakan itu namanya galau???
ga juga kan??
nah, sekarang kenapa kamu-kamu suka banget menyebutkan sesuatu yang namanya galau..?
sadar ga sih, secara ga langsung kita tuh udah nyebutin kelemahan diri kamu sendiri, emang dengan mengupdate status "LAGI GALAU NIH, AH GALAU BANGET HARI INI, BETE DAN GALAU NIH GUE.. D EL//EL//
itu tandanya kamu tuh keren, gaul, hebat, dan anything gtu??
ga malu apa sama diri kamu yang udh tersimpan pribadi kuat, kharismatik, cerdas, dan luar biasa.. eh.. setelah kamu menjudge diri kamu sebagai seorang yang galau.. jlebbb.. kamu termasuk orang yang kalah.. orang yang jatuh.. dan orang yang ga lebih baik dari orang angkuh yang diam dan ga mau mengumbar-umbar tentang pribadinya itu......

so...
masih mau mengumbar umbar kegalauanmu ke semua orang?? masih tetap yakin bahwa dengan menyebut si galau itu sebagai sesuatu yang gaul, dan keren???

ahhh..
itu mah tandanya kamu tuh kalah.. you're looser..
CUKUP BERMAIN-MAIN DENGAN SI GALAU GALAU ITU..!!!!

POSITIVE THINKING AND CONFIDENCE WITH YOUR MIND...
CZ YOU'RE THE WINNER FOR ANYTHING...
mengawali hari tuk berbenah diri,,
berusahamelakukan sesuatu yang pasti, entah apa jadinya nanti, namun ku yakin ini kan berarti..
tak masalah bagiku, halangan, rintangan ataupun masalah yang kan mendru, namun satu pastiku, aku kan terus melaju... berpacu... dan terus menggebu....



HAMASAH..!!!!!!