Tentang Niken

Bismillah..
Tak kenal, maka tak sayang..
Tak sayang, yukk ta'arufan.. ^^,

Sekilas tentang saya..
Nama lengkap Niken Dwi Nurlita, nama indah yang tergagas dari beberapa orang tercinta. Curcol dikit.. Niken itu nama pemberian mbah putri di Solo, karena terlahir dari dua suku yang berbeda "Jasun" katanya, Jawa-Sunda. Dwi, pasti anak kedua.."betul,betul,betul.." Nurlita..(Nur is Cahaya) Lita is.. (gabungan nama bapak dan ibu)..^_^
Saya anak kedua dari 5 bersaudara, tapi karena kakak pertama telah dipanggil oleh.Nya, hanya selang setahun lahirlah saya.. so..predikat anak pertama melekat pada diri saya. Ayah yang dari awal sangat memimpikan anak laki-laki dan ternyata Alloh berkehendak lain, tetapi tetap disyukuri semua yang telah diberikan.Nya.. ayah berhasil mendidik satu-satunya anak perempuan dalam keluarganya ini menjadi sosok yang tomboy dan cuek terhadap sikap dan penampilan. sempat merasakan sedihnya disebut cowo tapi pake anting dibangku sekolah dasar, hingga akhirnya ayah yang menguatkan untuk percaya diri dan tetap memegang prestasi, hanya itu yang ayah tanamkan dalam fikiran Niken kecil. Hmm.. lucu memang kalau di ingat-ingat kembali. Tak terbesit sedikitpun dalam benak diri untuk aktif diberbagai organisasi sekolah saat SMP. Karena selalu teringat dan nurut akan nasihat ayah dan ibu, "sekolah, belajar, sedikit refresh (menonton tv atau bermain), belajar lagi, dan harus dapat rangking dikelas. ya.. hanya itu yang terfikirkan dan mejadi mindset saya ketika itu. Sempat sih untuk melanjutkan Silat di SMP, namun karena peminatnya sedikit, jadi posisi karate bisa menghilangkan eskul olahraga favorit yang berhasil membuat orangtua bangga, walaupun tingkatannya hanya kabupaten. 
Niken remaja..
awal masuk.. sedikit bercerita.. SMP dan SMA ayah dan ibu sama sekali melepaskanku untuk memilih sekolah yang aku inginkan. walaupun awalnya aku memilih satu sekolah yang telah menjadi referensi, namun selalu meleset, entah mengapa pada saat penentuan selalu saja berbalik dengan keinginan hati, tapi ternyata sekolah pilihan itu memang buat aku bangga.. karena predikat sekolah favorit itu ternyata telah lama mengharumkan atributnya. sedikit termotivasi. Dan..awal menduduki bangku sekolah menengah atas, aku diperkenalkan dengan organisasi siswa intra sekolah oleh sepupu yang menjabat di salah satu kepengurusannya. Hingga akhirnya aku merasakan nyaman dan suka dengan aktivitas selama menjalankan tugas-tugas OSIS. Ya..berhasilah amanah sekretaris umum osis aku duduki. sedikit khawatir terhadap amanah ini, tapi karena semangat itu masih membara belum lagi kesolidan teman-teman pengurus lainnya. jadilah organisasi ini melebarkan sayapnya.. jadi rindu mereka..:(
Gak hanya itu sih, masih ada 6 organisasi yang aku ikuti lagi. Bukannya aji mumpung atau gimana, tapi memang karena semua eskul sekolah yang rata-rata belum banyak diminati, rata-rata guru yang telah mengenalku menarik untuk masuk dan membesarkan eskul tersebut. Disebutin nih.. mulai dari Rohis, KIR, Science Club Matematika, Fisika, Astronomi, hingga Paduan Suara berhasil menyita waktu luangku yang seharusnya digunakan untuk bermain atau sekedar bersenda gurau dengan tetangga, atau menonton tv untuk melepaskan rasa jenuh setelah seharian belajar tapi ini diisi dengan segudang kegiatan yang tentunya bermafaat. sempat mendapat motivasi dari seorang guru the best "jadilah orang-orang yang berbeda, karena bedanya kamu itu akan membuahkan sesuatu yang manis dikemudian hari". nah.. itu yang menggantikan rasa lelah menjadi kobaran semangat. heummm..so sweet..:)
Dan yang jadi bahan pembelajaran saat itu adalah FOKUS.. ya.. fokus. banyak kegagalan yang membuat saya down..benar-benar down. karena pada saat yang ditunggu-tunggu setelah latihan rutin, belajar rutin, saat pemilihan untuk dicalonkan sebagai kandidat perwakilan olimpiade dari berbagai bidang, saya yang mengikuti 3 mata pelajaran yang berbeda.. dan semuanya penuh dengan rumus dan hitungan yang tepat tapi karena fokus itu terbagi.. alhasil ketiga pelajaran favorit itu tidak satupun memberikan kesempatan saya untuk mewakili dan membawa nama baik sekolah ke pertandingan yang bergengsi. hanya sekedar masuk 3 atau 5 besar karena yang terpilih hanya 1 orang dan yang satunya sebagai cadangan. yah.. itulah proses seleksi, akan ada yang menang dan ditunda keberhasilannya. Tapi ternyata Alloh masih begitu sayang karena dilain kesempatan saya di amanahkan untuk mengikuti perlombaan pameran pembangunan tingkat provinsi dan sekolah saya menjadi salah satu perwakilan dari kabupaten di daerahku. walau hanya menjadi juara harapan, tapi tetap bahagia rasanya karena dapat berkenalan langusng dengan para seniman baduy beserta pemda lebak yang banyak memberikan wawasan dan pengetahuan mengenai potensi lokal yang perlu dibangun oleh generasi penerus. Terbiasanya memborong dan melaksanakan berbagai agenda dari tingkat kebupaten hingga provinsi alhamdulillah memberikan banyak manfaat dan ilmu lagi.. banyak mengenal instansi dan sponsorship hingga tehnik melobby keberbagai perusahaan-perusahaan di Banten. semua itu memberikan nilai plus untuk pribadi ini maupun sekolah. Alhamdulillah..^_^
Niken dewasa..
eh, ga salah kan?? hehe.. wong sudah memasuki dunia perkuliahan dan bukan lagi seorang siswi tetapi sudah Mahasiswi.. ceelah.. gaya beud dah,, hehehe
sosok masa bodo dan tetap tomboy dengan balutan celana pinsil jeans yang biasa digunakan para remaja alay sama kaos" oblong. itu yang mencerminkan aku pada saat itu, ga pernah terfikir sama sekali untuk bisa menjadi niken yang sekarang ini..
upss.. jangan langsung diceritain ah, biar bertahap alurnya..:)
cerita lagi ya, tentang metamorfosa niken untuk menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya..
sebelumnya saya sangat kagum dengan sosok wanita berjilbab lebar namun tetap asyik dalam membawakan acara di ospek universitas pada saat angkatanku, 2010.. hoho
mirip ana di film KCB, kebetulan saya lagi ngefans banget dengan sosok ana, eh.. tiba" paras itu tercermin pada seorang wanita itu.. lambat laun teman sekostan selalu bercerita bahwa dia merasakan bahagia sekali karena selalu disapa oleh wanita itu, dengan tambahan cipika-cipiki, seolah-olah telah lama kenal. semakin sirik lah saya.. sedikit celotehan temanku itu "makanya kalau mau disalamin sama tetehnya, pake rok dong kaya saya". Aduh, sialan "bergumam di hati" niken pada saat itu anti banget sama yang namanya pke rok, yah..mau gimana? dari SD sampai sekarang aja ayah sama ibu ga pernah yang namanya beliin saya rok, kecuali rok sekolah dan males banget rasanya untuk memakainya. lambat laun sempat mengurungkan niat untuk bisa kenal lebih dekat dengan sosok yang saya kagumi itu, tapi.. akhirnya saya bertemu dengan teman SMP yang sudah 3 tahun kami tak berjumpa dan berkomunikasi. sosok yang sempat menjadi inspirasi juga waktu sekelas dibangku smp. tampilannya berubah, mungkin karena jebolan anak pesantren kali ya... pikirku. balutan baju muslim dan rok serta jilbab ala-ala anak pesantren serta manset yang dikenakannya itu, hampir membuat saya tak mengenalinya. tapi yang namanya teman dekat..tetap saja ada feel nya. beberapa kali dia mengajak ke tempat kostannya yang ternyata itu adalah ponpes yang letaknya tak begitu jauh dari kampus, tapi dengan satu syarat harus mengenakan rok dan kaos kaki. aduh.. parah.. sama sekali rok itu gak ada di lemari pakaian, hingga terpaksa harus pinjam sama temen sekamar. yowis, setelah dua hari berturut-turut diajak main ke pesantren, terus sempat diajak nginep muali ngerasa asik dengan dunia pesantren, walaupun belum nyaman dengan memakai rok..
next.. dibawah pohon ketapang, setiap hari aku melihat perempuan dengan balutan busana yang sangat tertutup serta jilbab yang tak bisa dibedakan dengan gorden dirumah belum ditambah dengan musik-musik islami banget yang baru aku dengar, selalu saja dengan keramahan menyapa hariku selepas selesai kuliah. sempat bosan, bakan terkadang melarikan diri. hehe.. tapi akhirnya suatu ketika 2 orang muslimah "cap yang saya berikan" itu seperti sudah mengenal lama sya, menghampiri sambil mengajak ngobrol dan bercerita mengenai kehidupan kampus dan semuanya, maklum maba.. jadi gampang banget untuk menjadi seorang yang kepo. tapi lama-kelamaan ngerasa nyaman dengan gaya berbicara yang asyik, gaul, dan sama sekali ga sesuai dengan dugaan awal saya, mereka biasa seperti yang lainnya, hanya penampilan saja yang membedakan. dan akhirnya... berhasil pula hati ini untuk mengikuti open recruitment lembaga dakwah kampus, dengan segudang pertanyaan dan rasa takut yang membayangi, ragu dengan komitmen, khawatir di suruh merubah penampilan, khawatir dijaukan oleh teman-teman, dan semuanya rasa suudzon yang menempel dihati dan fikiran ini, campur aduk deh pokoknya mah.. hari berganti hari, bulan berganti bulan, tahun berganti tahun.. akhirnya Alloh memberikan perubahan  yang begitu drastis untuk seorang keras kepala dan kecemasan yang membuat ragu hati. lama berbagi, bersandar, bercerita, mneimba ilmu, saling menasehati, bertegur sapa, berdiskusi dan makan bersama dengan mereka membuat ukhuwah ini semakin erat, serasa punya keluarga baru deh.. dan ga mau rasanya jika harus merubah semuanya, naudzubillah..
istiqomah, istiqomah, istiqomah.. Alloh dulu, Alloh lagi, Alloh terus.. serta merasa punya nutrisi dan suplemen bagi ruh ini dalam sebuah lingkaran kecil, menambah rasa tsabat dalam diri untu selalu berada di jalan ini, dan berdoa kepada.Nya untuk senantiasa menjadi pribadi yang lebih, lebih, dan lebih baik lagi insyaAlloh menjadikan diri ini seorang akhwat kuat, tangguh, dan istiqomah.. aamminn,..Bismillah, Biidznillah.
Inilah proses menikmati jamuan Alloh yang senantiasa dirancang.Nya bagi orang-orang pilihan.Nya..
Alloh.ku..Alloh.ku..Alloh.ku..
Ini ceritaku, mana ceritamu..???^^,

0 komentar:

Posting Komentar