"Kompetisi Blog Piala Bapak Dino Pati Djalal"
“Back to Organic Farming and Gardening”
“Know Your Farmer, Know Your Food..” Ungkapan
diatas cukup membuat kita berfikir.. berfikir dalam mengambil tindakan dan
sikap untuk menghadapi tantangan saat ini dan di masa yang akan datang. Ya,
terkadang kita sangat cepat dalam memutuskan segala sesuatunya, tanpa
memperhatikan berbagai aspek yang akan terjadi nantinya. Gaya hidup petani yang
dalam kesehariannya hanya terfokus untuk menanam, pergi ke kebun atau ladang
serta melakukan proses penanaman hingga pasca panen tanpa ada ilmu khusus yang
nantinya akan membawa perubahan besar dalam teknik pembudidayaannya. Konsep
pertanian saat ini cenderung oriented profit, bisa memproduksi hasil-hasil
produk pertanian dalam jumlah yang besar, waktu yang singkat dan memperoleh
keuntungan sesuai yang diharapkan, namun tidak memperhatikan proses-prosesnya.
Sebenarnya jika kita menyadari bahwa kehidupan di dunia ini adalah suatu
keterikatan antara makhluk hidup yang di ciptakan oleh Nya, baik itu manusia,
hewan, maupun tumbuhan, sehingga pentingnya kesadaran dan kefahaman dari
masing-masing individu untuk mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari
tanpa terkecuali.
Jika saja kita sadar akan kesehatan dan keseimbangan
lingkungan hidup, tentunya tidak perlu lagi untuk berfikir ulang dalam memilah
jenis pertanian serta cara bercocok tanam yang dapat memberikan kebermanfaatan
bagi semua pihak, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada Allah SWT. Oleh karena
itu, diperlukan suatu komitmen bagi pelaku pertanian sebelum dan pada saat
menjalankan aktivitasnya. Komitmen tersebut diantaranya komitmen kepada Tuhan
yaitu dengan menjunjung tinggi etika dan moral organik, komitmen kepada sesama
dengan menyiapkan produk dan lingkungan kerja yang sehat dan “aman”, serta
komitmen kepada alam dan seisinya yaitu dengan melestarikan kembali lingkungan
agar tercipta ekosistem alami yang berkesinambungan.
Untuk
saat ini, sudah terdapat sebuah perkebunan yang menerapkan konsep dan prinsip
organik dalam pelaksanaannya, yaitu FAM Organic, tepatnya di Desa Karyawangi,
Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat. Bidang usaha yang dijalankan
berbasis eco socio culture yang peduli terhadap perbaikan dan pelestarian
lingkungan, serta dengan basis organik karena hanya dengan perlakuan organik
prinsip perbaikan dan pelestarian lingkungan dapat diterapkan, untuk mewujudkan
misi sosialnya yaitu dengan memberikan edukasi kepada masyarakat akan
pentingnya kesehatan masyarakat, kesehatan keluarga, dan kesehatan lingkungan
melalui pendekatan organik, sesuai dengan semboyan “di tanah yang sehat akan
tumbuh tanaman yang sehat”.
Konsep
bercocok tanam secara organik tidak selalu terfokus untuk lahan yang luas serta
daerah yang mendukung kelangsungan pertumbuhan dan perkembangan tanaman.
Dimanapun tempatnya, asalkan tetap mengarah pada perlakuan organik, maka proses
menanam pun bisa dikerjakan, termasuk dihalaman rumah yang terbilang sempit
sekalipun, yang terpenting adalah adanya kemauan dan memegang prinsip
kepraktisan, yakni mampu memanfaatkan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk
bercocok tanam dengan menggunakan bahan ataupun barang yang sudah tersedia
dirumah, sehingga tidak membatasi keinginan kita untuk bercocok tanam pada saat
merasa ada salah satu alat atau perlengkapan yang tidak dapat dipenuhi. Dengan
memulai aktivitas berkebun di halaman rumah maka akan terbentuk kreativitas dan
fleksibilitas yang luas. Masyarakat akan semakin pintar dan cerdas dalam
bertindak ketika mereka mampu untuk mewujudkan kondisi yang dapat membuat
kenyamanan, keamanan, dan terciptanya kepedulian akan kesehatan keluarga,
masyarakat, dan lingkungan hidup di masa kini dan masa depan.
Dapat
dilihat bahwa produk asli maupun olahan yang dihasilkan dari produk pertanian
sama saja, hanya saja yang membedakannya adalah proses penanaman yang dilakukan
hingga pada pasca panen. Ada yang menggunakan sistem konvensional dan ada pula
yang dengan sistem organik. Keduanya memiliki perbedaan yang signifikan. Produk
organik diperoleh dari hasil pertanian atau peternakan dengan perlakuan secara organik
dan pastinya bahan baku yang digunakan berasal dari bahan-bahan organik.
Sedangkan produk natural diperoleh dari bahan-bahan alami, tetapi tidak harus
organik, bisa saja hasil pertanian atau peternakan konvensional, hidroponik,
atau bahkan genetically modified organism.
Jadi jelaslah bahwa produk hasil pertanian organik memiliki tingkat residu yang
rendah daripada produk natural, karena salah satu karakteristik dari hasil
pertanian organik adalah tanpa menggunakan pupuk atau pestisida berbahan kimia,
sedangkan produk natural yang dikembangkan dengan sistem non organik, tentu
penggunaan bahan-bahan kimia bisa saja digunakan sehingga residu yang
dihasilkan dari produk pertaniannya memiliki tingkat yang variatif sesuai
dengan sistem yang diterapkannya.
Terlihat
jelas bahwa banyak sekali manfaat yang akan kita rasakan pada saat suatu sistem
yang dibangun didasarkan kepada kebermanfaatan untuk semua makhluk hidup tanpa
membeda-bedakan atau dapat dikatakan mampu memberikan kesan adil terhadap semua,
pasti akan menghasilkan sesuatu yang indah dan jauh lebih baik. Berkebun dan
bercocok tanam dengan perlakuan organik telah memberikan bukti dan dampak yang
dapat menjawab semua tantangan dimasa kini dan masa yang akan datang, yaitu
dengan meyakini bahwa keluarga sehat tentunya dengan makanan yang sehat, dan
lingkungan sehat tentunya dengan kegiatan yang sehat pula, mengembalikan
kesehatan lingkungan, khusunya daerah perkotaan, serta meningkatkan ketahanan
”pangan” dan “kesehatan” nasional.
Maka
dari itu, mari mulai mengenali petani kita, petani yang unggul tahu mana proses
pertanian yang terbaik untuk dikelola, tahu hasil yang pertanian yang baik
untuk diproduksi dan dikonsumsi oleh konsumennya, dan tahu akan keseimbangan
dan kelestarian alam sekitar serta mampu menciptakan lingkungan hijau yang
sehat, asri, dan bersih. Bila dilihat dari keseluruhan deskripsi diatas, itu
semua merupakan prinsip, dam aspek yang melandasi aktivitas petani yang
sesungguhnya. J
Penulis
: Niken Dwi Nurlita
Mahasiswi
tingkat akhir Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
FB
: Niken Dwi Nurlita Tebekers
Twitter
: @dwinur_niken
Email
: arashynick@yahoo.com
Blog
: arashynick.blogspot.com
No
HP : 089657935975
0 komentar:
Posting Komentar