Jumat, 21 Februari 2014

“ Sosok Dino Patti Djalal” #kompetisi blog piala bapak dino patti djalal

“ Sosok Dino Patti Djalal”

Memiliki intergritas, kredibilitas serta kepedulian yang tinggi terhadap bangsa merupakan suatu prinsip yang harus dipegang teguh oleh seorang pemimpin. Mampu mengambil tindakan secara tegas, cepat dan tepat guna, just talk less do more, itupun yang sudah seharusnya muncul dari pribadi seorang pemimpin. Karena, sebelum melakukan tindakan apapun yang nantinya akan menghasilkan dampak positif yaitu dimulai dari diri kita sendiri, setelah itu merambah ke keluarga, kehidupan dimasyarakat, dan lingkup Negara, pastinya sudah tercermin dalam diri seseorang, bukan semata mata mencari penilaian dari oranglain dengan memakai topeng. Menjadi diri sendiri tanpa melakukan plagiat terhadap gaya kepemimpinan sesorang yang bermaksud untuk mengambil simpati masyarakat luas, nampaknya sudah tercermin dari seorang yang luar biasa, seorang yang sudah lama mengabdi untuk Negara dan berkomitmen tinggi untuk mengembalikan kejayaan bangsa. “Dino Patti Djalal”, nama yang sudah tak asing didengar dan tak luput dari aktivitas kenegaraan. Pria kelahiran Yugoslavia tahun 1965 ini merupakan sosok ayah yang memiliki kasih sayang yang tinggi terhadap keluarga, patuh dan amanah terhadap pekerjaannya sebagai Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat, serta pandai bergaul dan bersosialisasi dengan siapapun. Tak ayal bahwa sosok yang satu ini menjadi perhatian banyak awak media. Karena pekerjaannya yang mengharuskan beliau untuk berdomisili di luar negeri, lantas nama dan pamor seorang Dino Patti Djalal kurang diketahui oleh masyarakat luas. Namun, untuk kalangan pemerintah dan aparatur Negara nama Dino Patti Djalal sudah sangat memasyarakat.  Tak salah jika nama sosok yang satu ini diajukkan untuk maju sebagai salah satu calon Presiden Republik Indonesia. Sudah terlihat dengan komitmennya yang tinggi, beliau mampu untuk mengundurkan diri sebagai Duta Besar dan Pegawai Negeri sipil karena menurutnya kefokusan dan keyakinan untuk maju dalam ajang penentuan calon pemimpin Negara yang akan menanggung tanggungjawab yang besar demi memajukan dan mensejahterakan rakyatnya perlu kesengguhan, keseriusan serta persiapan yang yang matang. Dibuktikan dengan enam jurus yang telah dibuatnya dan disampaikannya dalam acara ‘1 Jam Bersama Dino Patti Djalal’ di Ballroom Djakarta Theatre, Jalan MH Thamrin, Jakpus, tanggal 17 September 2013 sebagaimana dilaporkan berbagai media:
1. Nasionalisme unggul. Kita semua nasionalis dan cinta Indonesia, tapi ketahuilah nasionalisme itu tidak hanya satu, tapi banyak,” kata Dino Patti Djalal.“Pertanyaannya bukan apakah kita nasionalis, tapi konsepnya. Bentuk apa yang kita ambil? Itu yang tentukan Indonesia jadi unggul atau tidak,” lanjutnya.
2. Internasionalisme unggul. Menurutnya cita-cita pemimpin bukan hanya membangun Indonesia tapi menguasai dunia. “Kekayaan dunia adalah bagian dari kekayaan yang harus kita perah. Kita harus melihat dunia bukan sebagai ancaman tapi lahan dan peluang,” ucapnya.
3. Meritokrasi, yaitu pernyataan yang mengacu pada kemampuan skill dan fairness. “Meritokrasi jadi agenda 5 sampai 10 tahun Indonesia ke depan,” ucapnya.
4. Regulasi. Kalau Indonesia ingin unggul maka kuncinya adalah ’smart regulation’. Ia meminta masyarakat jangan anggap remeh regulasi.
5. Pendidikan dan inovasi. Sejarah kapan dan dimanapun, buktikan diktum ini,” ujar Dino.
6. Generasi pemimpin yang kompeten. Presiden ke depan kata Dino, harus jadi presiden pendidikan dan inovasi. Tak ada pilihan lain. “Saya yakin jurus ini digunakan Indonesia untuk bisa naik ke next level,” ucapnya.
            Lebih menarik lagi Dino Patti Djalal mengatakan bukan soal kalah menang mengapa dia maju jadi calon presiden dan mundur dari jabatan dubes, tapi demi masa depan Indonesia yang lebih baik dan ingin memberikan sumbangsih bagi pendidikan politik masyarakat Indonesia. (Detik.com).
            Semoga Indonesia akan menemukan sosok yang pantas untuk menduduki kursi tertinggi dijajaran pemerintahan, sosok yang FAST (Shidiq, Tabligh, Amanah dan Fathonah, sebagaimana yang tercermin dari suri tauladan kita, yakni Nabi Muhammad SAW. Mampu berjuang dengan mengedepankan kepenting rakyatnya ketimbang diri sendiri maupun kepentingan orang-orang yang telah merampas kekayaan bangsa.


0 komentar:

Posting Komentar