“ Sosok Dino Patti Djalal” #kompetisi blog piala bapak dino patti djalal
“ Sosok Dino
Patti Djalal”
Memiliki
intergritas, kredibilitas serta kepedulian yang tinggi terhadap bangsa
merupakan suatu prinsip yang harus dipegang teguh oleh seorang pemimpin. Mampu
mengambil tindakan secara tegas, cepat dan tepat guna, just talk less do more,
itupun yang sudah seharusnya muncul dari pribadi seorang pemimpin. Karena,
sebelum melakukan tindakan apapun yang nantinya akan menghasilkan dampak
positif yaitu dimulai dari diri kita sendiri, setelah itu merambah ke keluarga,
kehidupan dimasyarakat, dan lingkup Negara, pastinya sudah tercermin dalam diri
seseorang, bukan semata mata mencari penilaian dari oranglain dengan memakai
topeng. Menjadi diri sendiri tanpa melakukan plagiat terhadap gaya kepemimpinan
sesorang yang bermaksud untuk mengambil simpati masyarakat luas, nampaknya
sudah tercermin dari seorang yang luar biasa, seorang yang sudah lama mengabdi
untuk Negara dan berkomitmen tinggi untuk mengembalikan kejayaan bangsa. “Dino
Patti Djalal”, nama yang sudah tak asing didengar dan tak luput dari aktivitas
kenegaraan. Pria kelahiran Yugoslavia tahun 1965 ini merupakan sosok ayah yang memiliki kasih sayang
yang tinggi terhadap keluarga, patuh dan amanah terhadap pekerjaannya sebagai
Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat, serta pandai bergaul dan
bersosialisasi dengan siapapun. Tak ayal bahwa sosok yang satu ini menjadi
perhatian banyak awak media. Karena pekerjaannya yang mengharuskan beliau untuk
berdomisili di luar negeri, lantas nama dan pamor seorang Dino Patti Djalal
kurang diketahui oleh masyarakat luas. Namun, untuk kalangan pemerintah dan
aparatur Negara nama Dino Patti Djalal sudah sangat memasyarakat. Tak salah jika nama sosok yang satu ini
diajukkan untuk maju sebagai salah satu calon Presiden Republik Indonesia.
Sudah terlihat dengan komitmennya yang tinggi, beliau mampu untuk mengundurkan
diri sebagai Duta Besar dan Pegawai Negeri sipil karena menurutnya kefokusan
dan keyakinan untuk maju dalam ajang penentuan calon pemimpin Negara yang akan
menanggung tanggungjawab yang besar demi memajukan dan mensejahterakan
rakyatnya perlu kesengguhan, keseriusan serta persiapan yang yang matang.
Dibuktikan dengan enam jurus yang telah dibuatnya dan disampaikannya dalam
acara ‘1 Jam Bersama Dino Patti Djalal’ di Ballroom Djakarta Theatre, Jalan MH
Thamrin, Jakpus, tanggal 17 September 2013 sebagaimana dilaporkan berbagai
media:
1. Nasionalisme unggul.
Kita semua nasionalis dan cinta Indonesia, tapi ketahuilah nasionalisme itu
tidak hanya satu, tapi banyak,” kata Dino Patti Djalal.“Pertanyaannya bukan
apakah kita nasionalis, tapi konsepnya. Bentuk apa yang kita ambil? Itu yang
tentukan Indonesia jadi unggul atau tidak,” lanjutnya.
2. Internasionalisme
unggul. Menurutnya cita-cita pemimpin bukan hanya membangun Indonesia tapi
menguasai dunia. “Kekayaan dunia adalah bagian dari kekayaan yang harus
kita perah. Kita harus melihat dunia bukan sebagai ancaman tapi lahan dan
peluang,” ucapnya.
3. Meritokrasi, yaitu
pernyataan yang mengacu pada kemampuan skill dan fairness. “Meritokrasi jadi
agenda 5 sampai 10 tahun Indonesia ke depan,” ucapnya.
4. Regulasi. Kalau
Indonesia ingin unggul maka kuncinya adalah ’smart regulation’. Ia meminta
masyarakat jangan anggap remeh regulasi.
5. Pendidikan dan inovasi. Sejarah kapan dan dimanapun, buktikan
diktum ini,” ujar Dino.
6. Generasi pemimpin
yang kompeten. Presiden ke depan kata Dino, harus jadi presiden pendidikan dan
inovasi. Tak ada pilihan lain. “Saya yakin jurus ini digunakan Indonesia
untuk bisa naik ke next level,” ucapnya.
Lebih menarik
lagi Dino Patti Djalal mengatakan bukan soal kalah menang mengapa dia maju jadi
calon presiden dan mundur dari jabatan dubes, tapi demi masa depan Indonesia
yang lebih baik dan ingin memberikan sumbangsih bagi pendidikan politik
masyarakat Indonesia. (Detik.com).
Semoga Indonesia
akan menemukan sosok yang pantas untuk menduduki kursi tertinggi dijajaran
pemerintahan, sosok yang FAST (Shidiq, Tabligh, Amanah dan Fathonah,
sebagaimana yang tercermin dari suri tauladan kita, yakni Nabi Muhammad SAW.
Mampu berjuang dengan mengedepankan kepenting rakyatnya ketimbang diri sendiri
maupun kepentingan orang-orang yang telah merampas kekayaan bangsa.
0 komentar:
Posting Komentar